Langsung ke isi
Semua tulisan

Panduan· 3 menit baca

Dana darurat berapa kali gaji? Pakai pengeluaran bulanan

Menurut OJK, dana darurat harus cukup untuk 3 sampai 6 bulan pengeluaran. Contoh: pengeluaran Rp 4.000.000 sebulan berarti target Rp 12.000.000 sampai Rp 24.000.000.

Dana darurat itu uang yang kamu pegang untuk hal yang tidak bisa ditunda. Misalnya sakit, motor mogok, atau penghasilan berhenti mendadak. Ukurannya paling masuk akal kalau dihitung dari pengeluaran rutin per bulan, bukan dari gaji.

Menurut materi literasi keuangan OJK, dana darurat harus cukup untuk biaya hidup setidaknya 3 sampai 6 bulan. Angka ini patokan untuk merencanakan, bukan kewajiban.

Kenapa pakai pengeluaran, bukan gaji?

Gaji adalah uang sebelum tagihan dibayar, sedangkan pengeluaran adalah uang yang benar-benar keluar tiap bulan. Tulisan OJK yang lain memakai kelipatan gaji: 3 sampai 6 kali gaji untuk yang belum menikah, dan 6 sampai 12 kali gaji untuk yang sudah berkeluarga. Cara ini gampang, tapi bisa meleset kalau pengeluaranmu jauh berbeda dari gajimu.

Contoh: gajimu Rp 5.000.000 dan pengeluaran rutinmu Rp 3.500.000 per bulan. Tiga kali gaji adalah Rp 15.000.000. Tiga bulan pengeluaran hanya Rp 10.500.000. Selisih Rp 4.500.000 itu tidak perlu kamu kumpulkan.

Sebaliknya, kalau pengeluaranmu lebih besar dari gaji, patokan gaji justru terlalu kecil. Contoh: gaji Rp 5.000.000 dan pengeluaran Rp 6.000.000. Tiga bulan pengeluaran jadi Rp 18.000.000, sementara tiga kali gaji hanya Rp 15.000.000.

Cara menghitungnya

  • Jumlahkan pengeluaran rutin per bulan: kos atau sewa, makan, transportasi, tagihan, langganan, dan cicilan.
  • Pilih jumlah bulan yang sesuai kondisimu, lihat bagian berikut.
  • Kalikan pengeluaran rutin per bulan dengan jumlah bulan. Hasilnya targetmu.

Contoh: pengeluaran rutin Rp 4.000.000 per bulan. Untuk 3 bulan, targetnya Rp 12.000.000. Untuk 6 bulan, targetnya Rp 24.000.000.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Hanya menghitung kebutuhan pokok dan lupa langganan, cicilan, atau tagihan yang datang setahun sekali.
  • Memakai bulan yang paling hemat. Pakai rata-rata tiga bulan terakhir supaya angkanya jujur.
  • Menaruh dana darurat di tempat yang butuh waktu lama untuk dicairkan.

Kalau dana masih kosong, mulai bertahap

Target 3 bulan terasa jauh kalau tabunganmu masih nol. Pecah jadi tahap. Dengan pengeluaran Rp 4.000.000 per bulan sebagai contoh: tahap pertama, dana mencapai Rp 4.000.000 (1 bulan). Tahap kedua, dana mencapai Rp 12.000.000 (3 bulan). Target penuh, Rp 24.000.000 (6 bulan). Ini cara mengatur langkah, bukan aturan dari OJK.

Kalau mau pakai persen gaji

Kalau lebih gampang menyisihkan persen dari gaji, hitung berapa bulan sampai target. Contoh: gaji Rp 5.000.000 dan target 3 bulan Rp 12.000.000 dari contoh tadi. Menyisihkan 10%, yaitu Rp 500.000 per bulan, butuh 24 bulan. Menyisihkan 20%, yaitu Rp 1.000.000 per bulan, butuh 12 bulan.

Pembagian gaji Rp 5.000.000 dengan porsi tabungan 20% ada di budgeting 50/30/20 dengan gaji Rp 5.000.000.

Jumlah bulannya berubah sesuai kondisi

Kalkulator di situs ini memakai rentang yang naik sesuai kondisi: 3 sampai 6 bulan kalau masih lajang, 6 sampai 9 bulan kalau sudah menikah, dan 9 sampai 12 bulan kalau punya tanggungan. Ini patokan kalkulator di situs ini, bukan ketentuan OJK atau lembaga lain.

Kalau penghasilanmu tidak tetap, ambil jumlah bulan di ujung atas rentang. Ini saran praktis, bukan aturan. Penghasilan yang naik turun berarti ada bulan tanpa pemasukan, dan dana darurat harus bisa menutupnya.

Cicilan juga masuk hitungan. Cicilan motor atau HP tetap jalan saat kamu sedang susah, jadi masukkan ke pengeluaran rutin. Contoh: pengeluaran tanpa cicilan Rp 3.000.000, ditambah cicilan Rp 1.000.000. Totalnya Rp 4.000.000 per bulan, dan untuk enam bulan Rp 24.000.000.

Hitung sendiri targetmu di kalkulator dana darurat.

Simpan di tempat yang gampang diambil

Dana darurat harus bisa dicairkan saat dibutuhkan, dan sebaiknya terpisah dari uang harian supaya tidak ikut terpakai. Materi OJK yang sama menyarankan rekening tabungan yang mudah diakses tapi tetap menghasilkan bunga yang kompetitif.

Kapan perlu dihitung ulang

Hitung ulang tiap kali pengeluaranmu berubah. Pindah kos, cicilan baru, atau tanggungan baru membuat angka lama tidak cocok lagi. Kalau dana darurat sudah terpakai, isi ulang dulu sebelum menabung untuk tujuan lain.

Angka di sini adalah contoh hitungan. Kebutuhanmu bisa berbeda, jadi pakai pengeluaran bulananmu sendiri.

Sumber: OJK, Sikapi Uangmu, “Dana Darurat: Mengenal Instrumen Keuangan yang Tepat”, 25 April 2024, https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40847. OJK, Sikapi Uangmu, “DANA DARURAT? WAJIB TAHU DAN WAJIB PUNYA!”, tanggal terbit tidak terlihat di halaman, dibuka 20 Oktober 2026, https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10428. Rentang 3–6, 6–9, dan 9–12 bulan adalah patokan kalkulator di situs ini, bukan sumber luar.

Ditulis Tim Jurnool. Artikel ini informasi umum, bukan saran investasi atau keuangan pribadi.

Dari Jurnool

Kamu cerita, biar Jurnool yang ngitung.

Pasang Jurnool dan catat satu pengeluaran hari ini. Cuma butuh beberapa detik.

Gratis · iPhone dan Android · Bisa dicoba tanpa daftar