Langsung ke isi
Semua tulisan

Panduan· 4 menit baca

Pos dana tak terduga di budget bulanan: berapa besarnya

Pos dana tak terduga adalah baris kecil di budget bulanan untuk biaya mendadak. Hitung dari rata-rata biaya tak terduga 6 bulan terakhir, pasang sebagai budget sendiri, lalu pindahkan sisanya ke dana darurat.

Pos dana tak terduga menampung biaya mendadak yang kecil, seperti ban bocor, obat flu, atau kacamata yang patah. Besarnya paling masuk akal kalau diambil dari rata-rata biaya tak terduga per bulan selama 6 bulan terakhir. Pos ini terpisah dari dana darurat dan dari biaya tahunan. Tanpa pos ini, biaya kecil yang mendadak terpaksa diambil dari uang makan atau dari dana darurat, dan keduanya jadi bolong. Sisa pos di akhir bulan dipindah ke dana darurat, jadi uangnya tidak habis untuk jajan.

Pos dana tak terduga beda dengan dana darurat

Pos tak terduga, dana darurat, dan biaya tahunan sama-sama uang cadangan, tapi untuk kejadian yang berbeda. Dana darurat untuk kejadian besar yang jarang, misalnya kehilangan penghasilan atau biaya rumah sakit. Dana ini butuh waktu lama untuk terkumpul, jadi sayang kalau terkuras untuk tambal ban. Biaya tahunan seperti pajak kendaraan, perpanjangan dokumen, atau iuran sekolah sebenarnya bisa diduga, jadi cukup dibagi 12 dan disisihkan tiap bulan. Pos tak terduga menampung sisanya: biaya kecil yang bentuk dan tanggalnya tidak bisa ditebak, tapi hampir selalu muncul. Pos ini juga bukan tabungan, karena isinya memang disiapkan untuk dipakai. Supaya tidak berubah jadi jatah jajan kedua, pakai empat pertanyaan ini sebelum mengambil uangnya.

  • Apakah pengeluaran ini tidak ada di rencana bulan ini? Tagihan rutin dan belanja bulanan tidak masuk. Belanja dapur yang lebih mahal dari biasanya juga bukan biaya tak terduga. Itu tanda budget dapur perlu dinaikkan.
  • Apakah harus dibayar sekarang? Barang diskon atau barang yang sudah lama diincar bisa menunggu. Kalau bisa ditunda sampai gajian, masukkan ke rencana bulan depan.
  • Apakah tanggalnya memang tidak bisa diduga? Ulang tahun teman, pajak motor, atau servis rutin sudah jelas jadwalnya, jadi tempatnya di pos lain. Kalau ikut masuk, pos ini membengkak dan biaya itu tidak pernah punya tempat sendiri.
  • Apakah nominalnya masih muat di pos ini? Kejadian yang jauh lebih besar, misalnya HP untuk kerja rusak total, adalah urusan dana darurat.

Cara menghitung besarnya dari catatan 6 bulan

Buka catatan pengeluaran 6 bulan terakhir, lalu tandai semua yang lolos empat pertanyaan tadi. Jumlahkan biaya itu per bulan, lalu bagi total 6 bulannya dengan 6. Contoh: biaya tak terdugamu Rp 450.000, Rp 0, Rp 600.000, Rp 150.000, Rp 400.000, dan Rp 200.000. Totalnya Rp 1.800.000, dan Rp 1.800.000 ÷ 6 = Rp 300.000. Itulah isi pos dana tak terduga tiap bulan. Angka ini rata-rata, jadi tetap ada bulan yang lebih berat, seperti bulan Rp 600.000 tadi. Kalau hasil baginya tidak bulat, bulatkan ke atas ke puluhan ribu terdekat. Kalau catatanmu belum sampai 6 bulan, pakai yang ada dulu, lalu hitung ulang tiap bulan sampai lengkap. Angka ini sekaligus menguji budget bulananmu: kalau total budget ditambah Rp 300.000 ternyata melebihi gaji, ada pos lain yang perlu dikecilkan.

Sisa pos di akhir bulan masuk dana darurat

Di akhir bulan, pindahkan sisa pos ini ke dana darurat, lalu isi penuh lagi di gajian berikutnya. Melanjutkan contoh tadi, dari Rp 300.000 terpakai Rp 120.000 untuk tambal ban dan obat, jadi Rp 180.000 masuk dana darurat. Kalau pos ini habis sebelum akhir bulan, tutup kekurangannya dari pos keinginan, dan biarkan dana darurat tetap untuk kejadian besar. Uangnya boleh tetap di rekening harian asal catatannya terpisah, karena biaya mendadak biasanya harus dibayar hari itu juga. Kalau pos ini habis 3 bulan berturut-turut, angkanya terlalu kecil, atau ada pengeluaran rutin yang menyamar sebagai biaya tak terduga.

Cara memasang pos dana tak terduga di Jurnool

Di Jurnool, pos ini dibuat sebagai budget khusus dengan nama sendiri, dan sisanya bisa disisihkan ke target dana darurat. Uangnya tetap di rekening atau dompet digitalmu, sedangkan Jurnool mencatat dan menghitung sisanya.

  • Buka tab Budget, pilih Budget, lalu beri nama “Tak terduga” dengan angka hasil hitunganmu, misalnya Rp 300.000. Pilih jangka “Tiap bulan”.
  • Saat ada biaya mendadak, tulis di kolom jurnal dan sebut nama budgetnya, misalnya “tambal ban 20rb pake budget tak terduga”. Cek drafnya, lalu simpan supaya jurnalnya masuk ke budget itu.
  • Lihat sisa pos ini kapan aja di tab Budget, di samping budget kategori lain dan batas bulananmu.
  • Di akhir bulan, buat target “Dana darurat” kalau belum ada, lalu sisihkan sisanya lewat kolom jurnal, misalnya “nabung 180rb ke target dana darurat dari BCA”. Jurnool mencatatnya sebagai uang yang disisihkan untuk target, bukan pemasukan atau pengeluaran.
Kartu budget khusus di tab Budget, dengan sisa dan jangka waktunya.
Contoh data: budget khusus dengan sisa dana dan jangka waktunya di tab Budget.

Patokan 6 bulan dan semua nominal di artikel ini contoh hitungan, bukan aturan resmi dan bukan saran keuangan pribadi. Pos tak terduga juga tidak menggantikan dana darurat. Kalau dana daruratmu masih kosong, isi keduanya sedikit demi sedikit.

Coba di Jurnool hari ini: buka tab Budget, pasang budget “Tak terduga” dengan jangka “Tiap bulan”, lalu catat biaya mendadak berikutnya dengan menyebut nama budget itu. Di akhir bulan, sisanya langsung terlihat.

Beda budget khusus dan target, serta cara mengisinya, dijelaskan di halaman target menabung dan budget khusus.

Belum punya catatan 6 bulan untuk menghitung pos ini? Mulai dari cara mencatat keuangan pribadi lewat HP.

Ditulis Tim Jurnool. Artikel ini informasi umum, bukan saran investasi atau keuangan pribadi.

Baca juga