Kategori lain-lain terlalu besar: cara memecah isinya
Kalau kategori lain-lain terlalu besar, pindahkan isinya ke beberapa kategori nyata, batasi yang boleh tersisa, lalu pakai satu aturan sebelum mencatat yang baru. Di Jurnool, kategori bisa kamu cek di tiap draf sebelum disimpan.
Kategori lain-lain yang terlalu besar berarti catatanmu belum bisa menjelaskan ke mana uangmu pergi. Isinya biasanya bukan barang aneh, tapi pengeluaran rutin yang belum diberi nama. Penyebabnya sering sederhana: saat bingung memilih kategori, lain-lain jadi jalan pintas supaya catatan cepat selesai. Cara memperbaikinya, pindahkan isinya ke beberapa kategori nyata dan batasi apa yang boleh tetap di sana. Setelah itu, pakai satu aturan sebelum mencatat supaya catatan baru tidak masuk ke sana lagi. Pemecahan besarnya cukup sekali, lalu dicek tiap akhir bulan.
Kenapa kategori lain-lain terlalu besar jadi masalah
Lain-lain menyembunyikan pola. Parkir, obat, dan kado yang tercampur di sana tidak pernah terlihat sebagai kebiasaan. Misalnya, kopi di jalan tiga kali seminggu yang dicatat sebagai lain-lain sebenarnya kebiasaan jajan. Akibatnya, budget per kategori tampak aman, padahal total bulananmu lewat. Rencana bulan depan ikut meleset, karena kategori yang sebenarnya besar tercatat lebih kecil dari aslinya. Evaluasi akhir bulan juga jadi buntu, karena kamu tidak bisa memilih kategori mana yang perlu dikurangi. Tanda paling gampang: kalau lain-lain lebih besar dari salah satu kategori utamamu, misalnya transportasi, isinya perlu dipecah.
Cara memecah isi kategori lain-lain
- Kumpulkan semua catatan lain-lain dari 1 sampai 3 bulan terakhir, lalu urutkan dari nominal terbesar. Mulai dari catatan teratas, karena nominalnya paling berpengaruh pada total.
- Untuk tiap catatan, tanya: kalau ini muncul lagi bulan depan, masuk kategori apa? Kelompokkan yang jawabannya sama, misalnya parkir dan tol sama-sama transportasi. Kalau isinya sudah lupa, cek mutasi rekening atau struk di tanggal yang sama.
- Pakai kategori yang sudah ada untuk kelompok yang muncul minimal 2 kali sebulan atau nominalnya besar, misalnya Kesehatan untuk obat dan vitamin. Yang datang setahun sekali, seperti servis besar, lebih cocok masuk pos biaya tahunan.
- Catat pengeluaran yang sama ke kategori yang sama, supaya totalnya tidak terpecah dua.
- Pindahkan catatan lama ke kategori yang paling dekat. Yang tetap tidak cocok dengan kategori mana pun boleh tinggal di lain-lain, tapi beri keterangan singkat supaya bulan depan isinya masih bisa dibaca.
- Pasang batas untuk sisanya. Patokan di artikel ini: lain-lain tidak lebih dari 5% total pengeluaran sebulan. Batas kecil ini memberi ruang untuk pengeluaran yang memang sekali lewat, tanpa membiarkan pola lama kembali. Kalau lewat, ulangi langkah ini di akhir bulan.
Contoh: total pengeluaranmu sebulan Rp 4.000.000, dan Rp 900.000 di antaranya tercatat lain-lain, atau 22,5%. Setelah dipecah, isinya Rp 350.000 parkir dan tol, Rp 200.000 obat dan vitamin, Rp 150.000 kado teman, dan Rp 120.000 galon serta gas. Yang tersisa di lain-lain tinggal Rp 80.000, atau 2% dari total, jadi sudah di bawah batas 5%. Obat dan vitamin layak masuk kategori kesehatan, karena kemungkinan besar muncul lagi bulan depan. Temuan terpentingnya ada di transportasi. Yang tadinya tercatat Rp 600.000 ternyata Rp 950.000 setelah parkir dan tol masuk. Kalau budget transportasi bulan depan tetap Rp 600.000, budget itu akan terlewati, padahal kebiasaanmu tidak berubah.
Satu aturan supaya lain-lain tidak menumpuk lagi
Sebelum memasukkan sesuatu ke lain-lain, tanyakan satu hal: mungkinkah pengeluaran ini terulang bulan depan? Kalau iya, masukkan ke kategori terdekat sekarang juga. Lain-lain hanya untuk pengeluaran yang benar-benar sekali. Kalau bingung di antara dua kategori, pilih yang paling sering kamu pakai, lalu konsisten. Aturan ini juga berlaku untuk pengeluaran yang terasa canggung dicatat, misalnya kiriman ke keluarga, karena biasanya justru berulang.
Cara menjaga kategori tetap rapi di Jurnool
Di Jurnool, aturan tadi kamu pakai di langkah cek draf. Kategori untuk sisa yang tidak cocok ke mana pun bernama Lainnya.
- Tulis pengeluaran di tab Jurnal, misalnya “parkir goceng, obat ceban”. Jurnool menyusunnya jadi draf berisi nama, nominal, kategori, dompet, dan tanggal.
- Cek kategori di tiap draf sebelum menekan simpan. Kalau draf masuk Lainnya padahal pengeluarannya berulang, ganti ke kategori yang ada, misalnya Transportasi atau Kesehatan.
- Jurnal yang sudah tersimpan masih bisa diubah, jadi catatan lama di Lainnya juga bisa kamu pindahkan ke kategori yang tepat.
- Di akhir bulan, buka tab Rekap dan lihat rincian per kategori untuk memastikan Lainnya sudah mengecil.
Coba di Jurnool hari ini: tulis pengeluaran yang biasanya kamu masukkan ke lain-lain, lalu cek kategorinya di draf. Langkahnya ada di halaman catat pengeluaran lewat chat.
Batas 5% dan aturan 2 kali sebulan adalah patokan artikel ini, bukan standar baku. Kalau lain-lain tetap besar setelah dipecah, cek apakah ada transfer ke rekening sendiri yang ikut tercatat sebagai pengeluaran.
Supaya nama kategori tetap sama dari hari ke hari, lihat cara mencatat keuangan pribadi lewat HP.