Metode snowball dan avalanche untuk melunasi utang: pilih mana?
Snowball melunasi utang dengan sisa terkecil dulu, avalanche melunasi utang berbunga tertinggi dulu. Contoh tiga utang ini membandingkan total bunga keduanya, plus cara menjaga cicilan tetap jalan di Jurnool.
Metode snowball dan avalanche sama-sama melunasi utang satu per satu, bedanya di urutan. Snowball mulai dari utang dengan sisa terkecil, sedangkan avalanche mulai dari utang dengan bunga tertinggi. Avalanche biasanya lebih hemat bunga, sementara snowball membuat utang pertama lebih cepat lunas. Pilih avalanche kalau bunga utangmu jauh berbeda, dan pilih snowball kalau kamu butuh hasil yang cepat terlihat supaya tetap jalan. Dua-duanya hanya berhasil kalau setoran bulanannya tetap dan tidak ada utang baru.
Cara kerja metode snowball dan avalanche
- Tulis semua utang: sisa pokok, bunga per bulan, dan cicilan minimum. Kalau bunganya tertulis per tahun, bagi 12 supaya bisa dibandingkan per bulan.
- Tentukan satu angka setoran tiap bulan untuk semua utang, yang tetap sanggup kamu bayar setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Angka ini lebih menentukan daripada metodenya, karena setoran yang lebih besar memotong bunga di kedua metode.
- Bayar cicilan minimum di semua utang tiap bulan, supaya tidak kena denda keterlambatan.
- Snowball (bola salju) memilih sisa utang terkecil, avalanche (longsoran) memilih bunga tertinggi. Sisa setoran masuk ke satu utang sasaran.
- Begitu sasaran lunas, setoran untuknya pindah ke sasaran berikutnya. Setorannya terus membesar, seperti bola salju yang menggelinding.
- Kalau ada uang tambahan, misalnya bonus, masukkan ke utang sasaran yang sama.
Contoh hitungan tiga utang dengan setoran Rp 1.500.000
Contoh: kamu punya tiga utang dan sanggup menyetor Rp 1.500.000 tiap bulan. Utang A sisa Rp 2.000.000, bunga 1% per bulan, minimum Rp 200.000. Utang B sisa Rp 5.000.000, bunga 2,5% per bulan, minimum Rp 250.000. Utang C sisa Rp 8.000.000, bunga 1,5% per bulan, minimum Rp 300.000. Total minimumnya Rp 750.000, jadi ada Rp 750.000 tambahan tiap bulan untuk utang sasaran. Bunga bulan itu dihitung dari sisa utang di awal bulan, dibulatkan ke rupiah terdekat, lalu setoran bulan itu dikurangkan. Kalau sebuah utang lunas di tengah bulan, sisa setoran bulan itu langsung pindah ke utang berikutnya.
- Snowball, urutannya A, B, lalu C: A lunas di bulan ke-3, B di bulan ke-7, dan C di bulan ke-12. Total bunganya Rp 1.617.483, jadi total yang dibayar Rp 16.617.483.
- Avalanche, mulai dari B karena bunganya paling tinggi: B lunas di bulan ke-6, A di bulan ke-11, dan C juga di bulan ke-11. Total bunganya Rp 1.495.507, jadi total yang dibayar Rp 16.495.507.
- Hasilnya, avalanche lebih hemat Rp 121.976 dan selesai sebulan lebih cepat, di bulan ke-11. Snowball memberi utang lunas pertama 3 bulan lebih awal, tapi baru selesai di bulan ke-12.
Pilih snowball atau avalanche?
- Pilih avalanche kalau selisih bunga antarutangmu besar, apalagi kalau utang berbunga tertinggi juga punya sisa terbesar. Di contoh tadi selisihnya Rp 121.976, dan utang berbunga tertinggi (B) lunas paling dulu.
- Pilih snowball kalau kamu pernah berhenti di tengah jalan karena hasilnya tidak terasa, atau kalau banyak tagihan kecil yang bikin pusing. Tiap utang yang lunas berarti satu tagihan berkurang. Selama itu, pastikan utang berbunga tertinggi tidak bertambah, misalnya dengan berhenti memakai kartu kredit yang sedang dilunasi.
- Kalau ragu, ambil jalan tengah: lunasi satu utang kecil dulu supaya semangat, lalu lanjut dengan urutan avalanche. Avalanche memang butuh kesabaran lebih, karena di contoh tadi utang pertamanya baru lunas di bulan ke-6.
- Kalau bunganya mirip, hasil dua metode ini hampir sama, jadi pilih yang paling mungkin kamu jalankan sampai selesai.
- Apa pun pilihanmu, cicilan dengan jaminan barang, seperti cicilan kendaraan, tetap dibayar tepat waktu.
Cara menjaga setoran utang tetap jalan di Jurnool
Metode apa pun gagal kalau satu cicilan minimum terlewat atau setoran bulanan habis untuk belanja lain. Jurnool membantu di dua sisi itu: cicilan yang tercatat sendiri dengan pengingat, dan budget yang menyisakan ruang untuk setoran.
- Tulis tiap cicilan minimum di kolom “Tulis jurnalmu di sini…” lengkap dengan jadwalnya, misalnya “cicilan utang A 200rb tiap tanggal 10”. Cek draf jadwalnya, lalu simpan. Tiap jatuh tempo, jurnalnya masuk sendiri.
- Nyalakan “Pengingat tagihan” di Pengaturan › Notifikasi supaya diingatkan sebelum tiap cicilan jatuh tempo.
- Di tab Budget, pasang “Batas bulanan” yang sudah dikurangi setoran Rp 1.500.000. Sisa uang dan jatah per hari langsung menunjukkan berapa yang aman dipakai setelah setoran.
- Catat setoran tambahan ke utang sasaran seperti pengeluaran biasa, misalnya “bayar utang B 750rb”, supaya rekapnya ikut terhitung.
- Mau cek semua cicilan sekaligus? Tanya “tagihan rutin gw apa aja?” di kolom jurnal.
Hasil ini hanya simulasi, bukan saran keuangan pribadi. Angka sebenarnya bisa berbeda. Bunga di contoh ini angka latihan, bukan bunga produk tertentu. Untuk cicilan berbunga flat atau yang mengenakan biaya pelunasan dipercepat, membayar lebih cepat belum tentu lebih hemat, jadi tanyakan hitungannya ke pemberi pinjaman sebelum menambah setoran. Jurnool mencatat dan mengingatkan cicilan, tapi tidak membayarnya.
Coba di Jurnool hari ini: tulis cicilan minimum utang sasaranmu sebagai tagihan rutin, cek draf jadwalnya, lalu simpan dan nyalakan pengingatnya. Setelah yang satu tersimpan, tambahkan cicilan utang lainnya dengan cara yang sama.
Jadwal cicilan dan pengingat sebelum jatuh tempo dijelaskan di halaman tagihan rutin dan cicilan di Jurnool.
Supaya biaya mendadak tidak membuatmu berutang lagi, siapkan juga dana darurat yang dihitung dari pengeluaran bulanan.
Kamu cerita, biar Jurnool yang ngitung.
Pasang Jurnool dan catat satu pengeluaran hari ini. Cuma butuh beberapa detik.
Gratis · iPhone dan Android · Bisa dicoba tanpa daftar