Cara mencatat keuangan pribadi lewat HP, tanpa ribet
Mencatat pengeluaran di HP cukup dengan empat isian, yaitu tanggal, kategori, catatan singkat, dan jumlah. Catat tiap hari, lalu tinjau sekali seminggu.
Untuk mencatat pengeluaran di HP, empat isian sudah cukup, yaitu tanggal, kategori, catatan singkat, dan jumlah. Tempatnya terserah kamu, asal cepat dibuka.
Empat isian untuk setiap pengeluaran
Cukup satu baris untuk satu pengeluaran. Setiap kali, isinya empat dengan urutan yang sama.
- Tanggal, misalnya 18 Okt.
- Kategori: hanya satu kata, contohnya makan, transportasi, atau langganan.
- Catatan singkat, untuk mengingat uang itu dipakai untuk apa, misalnya kopi kantor.
- Jumlah, dengan format rupiah, misalnya Rp 35.000.
Sebagai ilustrasi, satu barisnya seperti ini: 18 Okt, makan, kopi kantor, Rp 35.000.
Pakai nama kategori yang sama tiap kali. Kalau kadang tertulis makan dan kadang makanan, total per kategori jadi terpecah dua.
Pilih satu tempat catat
Kamu tidak perlu memasang aplikasi baru. Tiga tempat ini sudah cukup.
- Aplikasi catatan yang sudah ada di HP kamu.
- Spreadsheet, aplikasi tabel, kalau kamu lebih nyaman dengan kolom dan rumus.
- Chat ke diri sendiri, misalnya kirim pesan ke akun kamu sendiri.
Pilih satu saja, lalu pakai terus minimal sebulan. Pindah-pindah tempat membuat catatan terpisah dan sulit dijumlah.
Rutin harian, kurang dari semenit
Kalau sudah terbiasa, rutinitas tersebut dapat rampung dalam waktu di bawah satu menit. Kerjakan menjelang istirahat malam.
- Buka catatan kamu.
- Ingat-ingat pembayaran hari itu, dari pagi sampai malam.
- Tulis satu baris untuk tiap pembayaran, termasuk yang kecil.
- Tutup catatan. Selesai.
Yang kecil pun dicatat. Jika tidak, jumlah per bulan tampak lebih enteng daripada sebenarnya.
Hitung total harian dengan contoh
Contoh: hari ini kamu membayar kopi Rp 35.000, nasi Rp 25.000, dan ojek Rp 15.000. Totalnya Rp 75.000. Kalau pengeluaran seperti ini terjadi tiap hari selama seminggu, totalnya Rp 525.000 (Rp 75.000 × 7).
Angka ini contoh untuk memperlihatkan cara menjumlah. Pengeluaran kamu bisa lebih kecil atau lebih besar.
Coba dulu satu sampai dua minggu
Artikel OJK menyebut pengeluaran bisa dilacak selama satu atau dua minggu, dan transaksi kecil ikut dicatat. Kalau pengeluaran kamu lebih banyak, artikel yang sama menyebut dua minggu atau dua bulan.
Pertama, cobalah untuk jangka waktu yang singkat. Apabila pencatatannya sudah terasa enteng, barulah satu bulan penuh dapat dilakukan.
Tinjau sekali seminggu, sekitar 10 menit
Tentukan satu slot waktu yang konsisten, contohnya Minggu malam. Setelah membuka catatan, tanggapi tiga pertanyaan berikut.
- Minggu ini, kategori apa yang ukurannya paling besar?
- Apakah terdapat biaya yang sesungguhnya tidak dibutuhkan?
- Satu kebiasaan apa yang mau kamu ubah minggu depan?
Pilih satu perubahan saja. Itu sudah cukup untuk minggu depan.
Tiga kesalahan yang perlu dihindari
- Mencatat terlalu detail. Empat isian sudah cukup. Detail bisa ditambah nanti kalau benar-benar perlu.
- Menunggu lengkap dulu. Catat seadanya, lalu lanjut. Hari yang bolong nggak perlu diisi ulang semuanya.
- Ganti-ganti tempat catat. Pakai satu tempat sampai satu bulan penuh.
Cara tau catatan sudah jalan
Setelah dua minggu, kamu seharusnya bisa menyebut tiga hal tanpa membuka rekening, yaitu kategori terbesar, pengeluaran yang paling sering muncul, dan satu hal yang bisa dikurangi.
Setelah tau total sebulan, bandingkan dengan gajimu di kalkulator budget 50/30/20.
Sumber: OJK, artikel “Bijak Mengelola Pendapatan di Saat Krisis” di Kontak OJK, dipublikasikan 22 Desember 2020, https://kontak157.ojk.go.id/appkpublicportal/Website/ArticleList/View/10004. Empat isian, tinjauan mingguan, dan tiga pertanyaannya disusun untuk artikel ini.