Langsung ke isi
Semua tulisan

Panduan· 4 menit baca

Transfer antar rekening sendiri dihitung pengeluaran atau bukan?

Transfer antar rekening sendiri bukan pengeluaran, karena uangnya hanya pindah tempat. Yang dihitung pengeluaran cuma biaya transfernya. Ini contoh hitungan dan cara mencatatnya.

Bukan. Transfer antar rekening sendiri hanya memindahkan uangmu, misalnya dari rekening gaji ke tabungan atau ke dompet digital, jadi jumlah uangmu tetap sama. Ini berlaku untuk rekening bank, dompet digital, maupun uang tunai di dompetmu. Yang benar-benar pengeluaran hanya biaya transfernya, kalau ada. Kalau transfer ikut dijumlah, total pengeluaran bulananmu terlihat jauh lebih besar dari aslinya.

Kenapa transfer antar rekening sendiri bukan pengeluaran?

Pengeluaran adalah uang yang meninggalkan milikmu, untuk membeli barang, membayar jasa, atau diberikan ke orang lain. Transfer ke rekening sendiri tidak mengubah pemiliknya. Satu rekening berkurang, rekening lain bertambah dengan jumlah yang sama, jadi totalnya tetap. Pengeluaran baru terjadi saat uang itu dibelanjakan dari rekening tujuan. Di dompet digital, kesalahan ini mudah terjadi: isi saldonya dicatat sebagai pengeluaran, lalu jajan yang dibayar dari saldo itu dicatat lagi. Uang yang sama jadi terhitung dua kali.

Contoh: gaji Rp 8.000.000 masuk ke rekening A. Kamu memindahkan Rp 2.000.000 ke rekening tabungan B dan mengisi saldo dompet digital Rp 500.000. Belanja, makan, dan tagihan sebulan totalnya Rp 4.500.000, termasuk Rp 300.000 jajan yang dibayar dari dompet digital. Kalau dua transfer tadi ikut dihitung, pengeluaranmu tampak Rp 7.000.000, membengkak Rp 2.500.000. Dengan selisih sebesar ini, kamu bisa mengira budget jebol, padahal belanjamu masih sesuai rencana. Pengeluaran yang benar adalah Rp 4.500.000 ditambah biayanya. Misalnya biaya transfer ke rekening B Rp 2.500 dan biaya isi saldo Rp 1.000, totalnya Rp 4.503.500.

Hal yang sama terjadi di sisi pemasukan. Uang yang masuk dari rekening sendiri bukan penghasilan baru, jadi jangan ikut dijumlah sebagai pemasukan. Kalau kamu menyalin mutasi dari dua rekening, satu transfer muncul dua kali: keluar di rekening A dan masuk di rekening B. Pasangkan keduanya, lalu tandai sebagai transfer, bukan sebagai pengeluaran dan pemasukan. Kalau tidak dipasangkan, pemasukan dan pengeluaranmu sama-sama terlihat lebih besar, padahal selisihnya tetap.

Cara mencatat transfer supaya total tetap benar

  • Pisahkan transfer sebagai jenis tersendiri, di luar pengeluaran dan pemasukan. Di Excel atau Google Sheets, tambahkan kolom jenis, lalu jangan ikutkan baris transfer saat menjumlah pengeluaran.
  • Catat dua sisinya: rekening asal berkurang, rekening tujuan bertambah. Dengan begitu, saldo tiap rekening tetap cocok dengan aslinya.
  • Catat biaya transfer, biaya isi saldo, dan biaya tarik tunai di ATM bank lain sebagai pengeluaran terpisah. Nominalnya kecil, tapi kalau sering transfer, totalnya terasa dalam sebulan.
  • Isi saldo dompet digital juga transfer. Yang dicatat sebagai pengeluaran adalah jajan atau belanja yang dibayar dari saldo itu.
  • Tarik tunai juga transfer, dari rekening ke uang tunai. Pengeluarannya dicatat saat uang tunai itu dibelanjakan.
  • Memindahkan uang ke deposito atau rekening investasi atas namamu juga transfer. Uangnya berganti tempat, tapi tetap milikmu. Bunga yang nanti kamu terima baru dihitung sebagai pemasukan.
  • Kalau setiap belanja pakai kartu kredit sudah dicatat, membayar tagihan kartunya bukan pengeluaran baru. Yang menambah pengeluaran hanya bunga, denda, dan biaya kartu.
  • Kiriman ke rekening orang lain, termasuk orang tua, tetap pengeluaran, karena uangnya bukan milikmu lagi. Begitu juga transfer ke rekening penjual untuk membayar barang.

Untuk mengecek, jumlahkan saldo semua rekening, dompet digital, dan uang tunai sebelum dan sesudah transfer. Kalau totalnya hanya berkurang sebesar biaya, catatanmu sudah benar. Kalau selisihnya lebih besar dari biaya, biasanya ada transfer yang tercatat dua kali atau belanja yang belum tercatat. Lakukan cek ini seminggu sekali, karena selisih kecil lebih gampang dicari daripada selisih sebulan.

Cara mencatat transfer di Jurnool

Di Jurnool, transfer ke rekening sendiri dicatat sebagai transfer sejak awal, jadi rekap pengeluaranmu tidak ikut membengkak. Kamu cukup menulisnya seperti chat.

  • Buat dompet untuk tiap rekening, dompet digital, dan uang tunai, misalnya BCA, GoPay, dan Cash. Samakan saldonya dengan saldo asli lewat “Sesuaikan saldo”.
  • Di tab Jurnal, tulis pemindahannya, misalnya “top up gopay 500rb dari bca”. Jurnool menyusunnya sebagai transfer antardompet: saldo BCA turun, saldo GoPay naik, dan rekap pengeluaran tidak bertambah.
  • Cek drafnya sebelum disimpan. Kalau ada biaya transfer atau biaya isi saldo, catat sebagai pengeluaran terpisah.
  • Pemindahan juga bisa dicatat manual lewat “Transfer antar dompet”.
  • Kalau saldo di Jurnool beda dengan saldo asli, pakai “Sesuaikan saldo”. Selisihnya ikut dicatat.

Coba di Jurnool saat kamu isi saldo dompet digital berikutnya: tulis “top up gopay 500rb dari bca” di kolom jurnal, lalu lihat drafnya tercatat sebagai transfer, bukan pengeluaran.

Cara mengatur dompet dan transfer antardompet ada di dompet untuk cash, bank, dan e-wallet.

Besar biaya transfer, isi saldo, dan tarik tunai berbeda di tiap bank, metode, dan dompet digital. Cek angkanya di aplikasi bank atau dompet digitalmu. Nominal di artikel ini contoh hitungan, bukan tarif resmi.

Kalau mengecek saldo semua rekening masih terasa berat, baca kenapa cek saldo terasa berat dan cara membiasakannya.

Ditulis Tim Jurnool. Artikel ini informasi umum, bukan saran investasi atau keuangan pribadi.

Dari Jurnool

Kamu cerita, biar Jurnool yang ngitung.

Pasang Jurnool dan catat satu pengeluaran hari ini. Cuma butuh beberapa detik.

Gratis · iPhone dan Android · Bisa dicoba tanpa daftar