Hal pertama saat gajian: urutan menabung dan membayar tagihan
Hal pertama saat gajian adalah menyisihkan tabungan. Setelah itu, bayar tagihan sampai gajian berikutnya, bagi sisanya jadi jatah harian, lalu cek slip gaji. Di Jurnool, jatah hariannya terhitung sendiri dari tanggal gajian.
Hal pertama saat gajian adalah memindahkan tabungan, sebelum ada satu pun belanja. Berikutnya, bayar atau pisahkan uang untuk semua tagihan sampai gajian berikutnya, bagi sisanya jadi jatah harian, lalu cek slip gaji. Urutan ini dibuat untuk gajian rutin, bukan gaji pertama. Karena sama tiap bulan, setelah beberapa kali kamu tidak perlu berpikir panjang lagi di hari gajian.
Daftar hal pertama saat gajian, sesuai urutan
- Begitu gaji masuk, pindahkan tabungan dan dana darurat ke rekening yang terpisah dari rekening harian. Pakai angka yang sudah kamu putuskan bulan lalu, supaya tidak ditawar lagi.
- Bayar tagihan yang jatuh tempo dalam beberapa hari ke depan. Untuk tagihan lain yang jatuh tempo sebelum gajian berikutnya, pisahkan uangnya sekarang supaya tidak ikut terpakai.
- Hitung sisa uang setelah tabungan dan tagihan, lalu bagi dengan jumlah hari sampai gajian berikutnya. Pakai jumlah hari yang sebenarnya, karena jarak dua gajian bisa 28 sampai 31 hari.
- Cek slip gaji. Cocokkan gaji bersih di slip dengan uang yang masuk rekening, lalu cari potongan atau tunjangan yang berubah dari bulan lalu. Simpan slipnya di satu tempat supaya gampang dibandingkan bulan depan.
- Catat gaji yang masuk dan semua pemindahan hari itu, supaya catatanmu cocok dengan saldo rekening sejak hari pertama. Kalau mencatat di buku atau Excel, cukup satu baris untuk tiap pemindahan.
- Pilih satu hari cek di tengah periode, misalnya 15 hari setelah gajian, untuk melihat apakah pengeluaran masih sesuai jatah. Bandingkan sisa uang dengan jatah harian dikali sisa hari.
Kenapa tabungan dulu, baru tagihan
Tagihan punya tanggal jatuh tempo dan denda, sedangkan tabungan tidak punya tenggat. Karena itu, tabungan yang ditaruh di urutan terakhir gampang terlewat. Kalau tabungan menunggu sisa, sisanya sering tidak pernah ada, karena pengeluaran cenderung mengikuti uang yang tersedia. Jadi tabungan dipindah paling awal, cara yang sering disebut membayar diri sendiri lebih dulu. Menyisihkan duluan tidak membuat tagihan kekurangan uang, asalkan angkanya dihitung bulan lalu setelah semua tagihan masuk hitungan. Kalau bulan ini ada tagihan yang lebih besar dari biasanya, kecilkan tabungan bulan ini, tapi jangan dilewati. Kalau gajimu naik, naikkan angka tabungan di bulan yang sama, sebelum pengeluaran ikut naik. Belanja besar sebaiknya menunggu sampai urutan ini selesai, karena saldo di hari gajian masih mencakup uang untuk tagihan dan tabungan.
Contoh urutan dengan gaji Rp 7.000.000
Contoh: gaji bersih Rp 7.000.000 masuk tanggal 25, dan gajian berikutnya 30 hari lagi. Tabungan dan dana darurat Rp 1.000.000 dipindah lebih dulu. Tagihannya kos Rp 1.800.000, cicilan Rp 900.000, serta internet dan pulsa Rp 300.000, jadi totalnya Rp 3.000.000. Sisanya Rp 7.000.000 − Rp 1.000.000 − Rp 3.000.000 = Rp 3.000.000. Uang untuk internet yang jatuh tempo minggu depan sudah dipisah walau belum dibayar. Dibagi 30 hari, jatah hariannya Rp 100.000. Angka inilah yang dipakai untuk memutuskan jajan hari ini, bukan saldo rekening yang masih terlihat besar. Kalau Rp 100.000 per hari ternyata tidak cukup untuk makan dan transportasi, kecilkan tabungan bulan ini dan cari pengeluaran lain yang bisa dipangkas, jangan menunda tagihan.
Saat membaca slip gaji, pastikan gaji bersihnya sama dengan uang yang masuk. Cari juga potongan yang baru muncul atau berubah dari bulan lalu, serta lembur atau tunjangan yang belum dibayar. Bandingkan juga jumlah hari kerja atau jam lembur di slip dengan catatanmu sendiri. Kalau ada yang janggal, tanyakan ke bagian penggajian minggu itu juga. Kalau soalnya potongan pajak yang rumit, cek ke DJP atau konsultan pajak.
Jalankan urutan gajian di Jurnool
Hari gajian di Jurnool cukup beberapa kalimat di tab Jurnal. Tiap kalimat jadi draf yang kamu cek dulu, dan baru tercatat setelah disimpan.
- Catat gajinya, misalnya “gajian masuk 7jt”. Jurnool mencatatnya sebagai pemasukan. Supaya tiap bulan masuk sendiri, jadwalkan sekali dengan “gaji 7jt tiap tanggal 25”.
- Catat pemindahan tabungan sebagai transfer antardompet, misalnya dari dompet BCA ke dompet tabunganmu. Saldonya pindah tanpa terhitung pengeluaran.
- Jadwalkan tagihan seperti kos dan cicilan sebagai tagihan rutin, supaya jurnalnya masuk sendiri tiap jatuh tempo.
- Di tab Budget, pasang “Batas bulanan” dan pilih periode yang mulai dari tanggal gajian. Sisa budget dibagi sisa hari jadi “Jatah per hari”, jadi angka Rp 100.000 tadi terhitung sendiri dan ikut berubah tiap kamu mencatat.
Coba di gajian berikutnya: pasang batas bulanan dari tanggal gajianmu, lalu lihat jatah per harinya. Caranya ada di halaman budget bulanan dari tanggal gajian.
Angka di contoh ini hitungan latihan, bukan angka dari dokumen resmi. Besar tabungan, tagihan, dan potongan tiap orang berbeda, jadi pakai angka dari slip gaji dan tagihanmu sendiri.
Rumus jatah harian dan cara menghitung ulangnya tiap hari ada di cara menghitung jatah harian dari budget bulanan.
Kamu cerita, biar Jurnool yang ngitung.
Pasang Jurnool dan catat satu pengeluaran hari ini. Cuma butuh beberapa detik.
Gratis · iPhone dan Android · Bisa dicoba tanpa daftar